Manalih Lewu "Tumbang Papi"

Taman Baca Baraoi - Setelah sempat tertunda kurang lebih setahun, program Taman Baca Baraoi "Manalih Lewu" akhirnya bisa direalisasikan untuk pertama kalinya Senin (12/12) lalu. Mengambil tempat di Dusun Tumbang Papi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, kegiatan yang difokuskan untuk anak-anak ini disambut dengan gembira. 
Manalih Lewu Tumbang Papi
Perjalanan Menuju Tumbang Papi

Kegiatan Gelar Buku Taman Baca Baraoi Manalih Lewu
Gelar Buku
Secara administratif Tumbang Papi masih merupakan bagian dari desa Tumbang Baraoi namun letaknya terpisah. Meski sudah ada rintisan jalan negara namun sangat sulit dilalui sehingga akses yang paling memungkinkan untuk mencapai dusun ini adalah menggunakan transportasi air. Jika perjalanan lancar diperlukan waktu kurang lebih 25 menit untuk bisa tiba disana dengan menggunakan perahu ces/ alkon.


Story Telling Oleh Catrine
Story Telling (mendongeng) oleh Kak Catrine
Seperti kebanyak desa yang ada di Kecamatan Petak Malai, dusun ini juga belum menikmati listrik PLN ataupun listrik desa dan jangan berharap bisa menggunakan Handphone (Hp) untuk berkomunikasi karena disini sinyal Hp tidak terjangkau.
Belajar seni melipat Kertas
Belajar Origami bersama Kak Edi
Warganya sangat ramah, Tim "Manalih Lewu" bahkan sudah disambut hangat sejak merapat di "batang". Tidak hanya anak-anaknya yang begitu bersemangat, beberapa ibu yang memiliki anak usia pra-sekolah tak kalah antusias menemani anaknya mengikuti kegiatan. 
Tim Manalih Lewu
 Tim Manalih Lewu Foto Bersama Kepala Dusun Tumbang Papi, Relawan dan Masyarakat
Tidak hanya menggelar beragam buku bacaan seperti majalah dan buku cerita anak-anak, kegiatan ini juga diisi dengan dongeng dan belajar origami (seni melipat kertas). Adapun yang menjadi story teller adalah Kak Catrine sedangkan yang mengajarkan seni melipat kertas adalah Kak Edi. 

Kak Monica
Kak Monica mendampingi kegiatan belajar Origami
Program "Manalih Lewu" adalah kegiatan serupa Perpustakaan Keliling. Manalih dalam bahasa Dayak dapat diartikan mendatangi atau menyapa, sedangkan Lewu berarti desa atau kampung. Dengan demikian "Manalih Lewu" dapat diartikan Menyapa Kampung. Tujuan progam ini adalah untuk menjangkau daerah-daerah pelosok khususnya yang masih belum memiliki akses buku bacaan. Selain menyediakan buku bacaan khususnya buku cerita dan majalah anak-anak, “Manalih Lewu” juga di isi dengan kegiatan Story Telling (mendongeng) dan Belajar Seni Melipat Kertas (Origami) dan Games Interaktif.
Pak Tedy Taman Baca Baraoi
Pak Tedy  mendampingi Nada salah satu diantara belasan anak yang mengikuti
kegiatan Manalih Lewu, meski baru kelas satu, Ia sudah pandai membaca
Saat ini keterbatasan dana adalah hambatan terbesar untuk menjaga program "Manalih Lewu" terus berlanjut. Dana dibutuhkan terutama untuk keperluan sewa ces/alkon (perahu motor) atau mobil yang menjadi sarana transportasi untuk menjangkau desa-desa yang akan dituju. Karenanya kami mengundang para dermawan untuk berbagi melalui program ini. Donasi berupa dana dapat disalurkan melalui REK BRI 4529-01-001429-50-4  atau BCA 0511 511 266 a.n MUHAMMAD JUMANI. Sedangkan donasi buku bacaan dapat di alamatkan ke posko Taman Baca Baraoi di Jl. Trans Kalimantan Km 10 RT 03 No. 08 Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan 70582 (samping Rumah Asuh Air Mata Ibu) atau hubungi Muhammad Jumani : 082255313036.