CARA MEMBUAT ANYAMAN TIKAR DARI DAUN PANDAN DURI

Tumbang Baraoi - Masyarakat Desa Tumbang Baraoi cukup terampil membuat anyaman tikar dari daun sejenis Pandan Duri. Kerajinan tangan yang diolah menggunakan tanaman dari kelompok Pandanus ini umumnya hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari misalnya tikar untuk menjemur padi, mengeringkan daging atau ikan serta untuk alas lantai. Selain dijadikan tikar, daun tanaman ini juga biasa dianyam membentuk lanjung atau luntung, yaitu sejenis bakul atau keranjang yang dibawa seperti ransel. Fungsinya macam-macam, mulai dari memuat hasil sayuran yang dipetik di ladang hingga memuat perlengkapan mandi berupa sabun dan pakaian ketika pergi ke sungai. 

Kerajinan tangan dari daun pandan
Membuat Anyaman Tikar dari Daun Pandan Duri

Pandan Duri tumbuh secara liar, dihutan-hutan terutama disekitar aliran air. Panjang daunnya bisa mencapai sekitar dua meter, teksturnya agak tebal dan keras di banding pandan wangi. Ukurannya lebih besar dan memiliki duri-duri tajam di sisi-sisi daunnya.

Cara memanfaatkan dauan Pandan Duri untuk pembuatan tikar secara sederhana sebagai berikut :

ALAT DAN BAHAN
a. Alat
1. Pisau atau parang
2. Penjepit dari bambu
3. Nilon atau benang pancing
4. Gunting atau cutter

b. Bahan
1. Daun Pandan duri atau daun Kajang
2. Pewarna (jika diperlukan)

Langkah-langkah membuat anyaman tikar dari daun Pandan
  1. Pertama-tama potong daun pandan duri pada bagian pangkalnya menggunakan pisau atau parang. Pandan duri ini adalah sejenis pandan liar yang banyak tumbuh di hutan-hutan. Sesuai namanya, Pandan ini memiliki duri-duri pada sisi daunnya, oleh karena itu perlu hati-hati saat memotongnya.
  2. Setelah daun Pandan duri terkumpul, bersihkan dan buang durinya menggunakan pisau. Kemudian belah menjadi dua atau empat bagian, tergantung selera. Untuk membelahnya masyarakat sekitar biasanya menggunakan nilon atau benang pancing. Namun jika belum terbiasa bisa menggunakan pisau
  3. Jemur daun tersebut sampai kering, lama penjemuran bervariasi tergantung terik matahari, namun umumnya memakan waktu 2-5 hari. 
  4. Daun yang sudah kering kemudian di luruskan sekaligus dilembutkan dengan cara dijepit dengan penjepit dari bambu kemudian daun ditarik dari pangkal sampai ujungnya. Cara lain dapat juga dengan menggesekannya pada bilah kayu seperti cara menghaluskan kulit ular untuk keperluan bahan kulit.
  5. Jika ingin dilakukan pewarnaan, maka daun tersebut celupkan pada pewarna yang telah dilarutkan dalam air dan dipanaskan (direbus). 
  6. Setelah pewarnaan, daun Pandan duri atau daun Kajang dikeringkan lagi sebelum dianyam.
  7. Selanjutnya, anyam daun menjadi tikar sesuai dengan teknik dan pola anyaman yang dikuasai.