Bergerak Tumbuhkan Minat Baca dan Kenalkan Hal Baru di Di Pedalaman

www.tumbangbaraoi.com-Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2021 yang mengusung tema "Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar", menjadi refleksi bagi Taman Baca Baraoi dalam menjalankan misinya menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan pendidikan di daerah terpencil khususnya di kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Pendidikan Pedalaman Kalteng


Founder Taman Baca Baraoi Muhammad Jumani mengatakan kegiatan literasi yang sudah digelutinya bersama relawan hampir 7  tahun di Kecamatan Petak Malai kian membuahkan perubahan yang  siginifikan terutama dalam hal minat baca dikalangan anak-anak dan remaja.

"Dahulu buku masih menjadi sesuatu yang asing bagi anak-anak di sini, namun kini mereka sudah mulai terbiasa dan semakin dekat dengan aktivitas membaca", ujar Jumani.

Masih kental dalam ingatannya, Jumani menceritakan pada awal dibukanya taman bacaan tahun 2014 silam, hanya ada satu dua anak yang berkunjung setiap harinya. Pantang menyerah, ia akhirnya menggalang donasi buku bekas layak baca dan akhirnya mendapatkan tambahan koleksi bacaan beberapa dus dengan jumlah hampir 500an buku. Beruntungnya kala itu juga ada sumbangan koleksi komik yang berasal dari konter penyewaan komik yang telah gulung tikar. Terbukti tambahan koleksi terutama majalah anak dan komik efektif menarik anak-anak yang tadinya masih asing dengan aktivitas membaca perlahan-lahan mulai terbiasa.

Kini selain buku-buku cerita, ensiklopedia, pengetahuan umum, buku pelajaran, dan majalah anak lanjut dia, di ruang tengah perumahan guru yang disulapnya menjadi ruang baca juga terdapat beberapa koleksi non buku seperti atlas, alat permainan edukatif dan poster-poster pembelajaran.

Tidak ingin akses buku bacaaan hanya dapat dinikmati oleh anak-anak sekitar, Taman baca yang berada di Desa Tumbang Baraoi ini juga berinovasi menyambangi anak-anak di desa lain mengantarkan buku melalui kegiatan perpustakaan keliling yang  dinamai "Manalih Lewu".

"Aktivitas manalih lewu tidak hanya gelar buku, tetapi juga diisi dengan beragam kegiatan edukatif seperti kelas kilat, story telling dan belajar seni melipat kertas (origami)", katanya.

Dia mengatakan, pada beberapa kesempatan kegiatan manalih lewu anak-anak juga diperkenalkan dan diberi kesempatan mencoba beberapa hal baru yang bahkan mungkin belum pernah dilihatnya seperti miskroskop dan laptop. Dengan adanya aktivitas ini mereka tidak hanya dilatih agar memiliki kepercayaan diri yang tinggi tetapi juga akan sangat berguna sebab tidak kaget lagi ketika harus menggunakannya dijenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kegiatan Manalih Lewu ini lazimnya menggunakan alkon yakni sejenis perahu motor yang merupakan alat transportasi air utama bagi masyarakat pedalaman, namun karena keterbatasan biaya operasional dan hal teknis lainnya, tim dan relawan biasanya hanya mengunjungi desa tujuan satu kali dalam setiap bulannya pada di akhir pekan. Hingga saat ini taman baca baraoi telah memberikan akses bagi ratusan anak-anak di 4 dari 7 desa yang ada di kecamatan ini.

Jumani berharap kehadiran taman bacaan yang dikelolanya dapat terus menjalankan fungsinya dengan baik dalam menumbuhkan minat baca dan memfasilitasi anak-anak di pelosok menggali potensi diri mereka.  Mengambil momentum Hardiknas 2021 ini ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama bergerak mewujudkan merdeka belajar salah satunya dengan cara mendonasikan buku bekas layak baca ke taman bacaannya melalui laman www.tumbangbaraoi.com atau halaman facebok www.facebook.com/tbmbaraoi.