Tim Pengmas UMP Berbagi Cerita

www.tumbangbaraoi.com – Meski berjalan kaki  menempuh jarak hingga 2 km, semangat anak-anak Desa Tumbang Baraoi untuk mengikuti  kegiatan storytelling  pantang surut. Tidak ada keluh kesah terdengar hanya keceriaan dan rasa ingin tahu yang tampak menyelimuti wajah –wajah penuh binar. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak usia sekolah dasar namun ada juga yang masih di taman kanak-kanak. Tidak ada diskriminasi atau saling memusuhi, semua punya tujuan yang sama “Membaca Untuk hidup yang lebih bermakna”.

Tim Pengmas UMP

Begitulah sekilas gambaran aktivitas di halaman Taman Baca Baraoi Yayasan Baraoi Mutiara  (Bambo Foundation) pada sore Sabtu, 18 September 2021 lalu. Membaca, belajar dan bermain di ruang terbuka seperti ini adalah agenda rutin yang kami namai Outdoor Class. Kegiatannya beragam dan situasional mulai dari mengenal origami hingga belajar matematika dengan jari. Sesekali di bantu relawan kami juga akan mengisi acara dengan bercerita atau memperkenalkan mikroskop siswa yang masih dikenal sebagai barang langka.

Ketua Tim Pengmas UMP

Walaupun tergolong aktivitas rutin, kegiatan kali ini menjadi luar biasa karena kami kedatangan tamu istimewa. Orang-orang hebat yang berasal dari kota lebih dari 200 km jauhnya, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Tiada kata yang tepat untuk menggambarkan rasa haru dan bahagia karena telah memilih kami sebagai “mitra” berbagi cerita. Sebab kami sadar perjuangan untuk bisa menyapa anak-anak di sini tidak hanya siap mengorbankan waktu dan materi tetapi juga siap di uji nyali.

Storytelling

Sesuai jadwal Tim Pengmas UMPR tiba ketika matahari mulai condong ke barat meski sentuhannya masih saja terasa menyengat. Sembari mengobrol “meluruskan pinggang” satu persatu anak-anak mulai berdatangan, beberapa menggunakan sepeda dan ada juga yang di antar orang tua namun lebih banyak yang berjalan kaki seperti rutinitas kesekolah sehari-hari.  Mereka yang lebih dulu datang tanpa di minta mengambil buku cerita atau ensiklopedia sembari duduk di atas alas sederhana berupa selembar  terpal berwarna jingga. Sebuah spontanitas yang selayaknya dijadikan fakta untuk membantah stigma buruk yang kerap disematkan banyak orang bahwa “minat baca masyarakat Indonesia lemah”. Jika sudah begini, ada baiknya kita tanyakan kembali apakah benar minat baca yang kurang atau jangan-jangan ketersediaan aksesnya yang perlu ditinjau ulang.

Donasi Untuk Taman Baca Baraoi

Kedatangan tim yang diketuai oleh Dr Fathul Zanah, M.Pd bukan dengan tangan kosong, selain ditemani tiga orang pendidik hebat Arna Purtina, M.Pd, Ahmad Syarif, M.Pd, dan Ade Shalahuddin Permadi, M.Pd, mereka juga membawa paket buku sains, torso dan model penampang tumbuhan monokotil untuk di titipkan kepada kami.

Peserta yang sudah berkumpul di bagi ke dalam tiga kelompok kecil, di ketuai oleh Dr Fathul Zanah relawan yang kini melakoni peran sebagai storyteller memilih salah satu atau dua tema buku untuk diceritakan. Semuanya mengagumkan, keajaiban langit dan angkasa, keajaiban pada tubuh manusia, keajaiban pada hewan, dll.

Aktivitas membacakan buku cerita memang salah satu yang paling menarik bagi anak-anak hampir di seluruh desa yang pernah kami kunjungi di Petak Malai selama “Manalih Lewu” sejak 2016 lalu. Buku-buku cerita bertema sains atau teknologi selalu berhasil membuat mereka bedecak kagum, selain buku-buku dongeng dan cerita rakyat yang dibalut unsur jenaka.  Tak heran kehadiran tim Pengmas Universitas Muhammadiyah Palangkaraya untuk berbagi cerita akan menjadi momen yang “ngangenin” buat mereka.

Usai foto bersama yang merupakan “kode alam” yang menjadi tanda saatnya semua harus berpisah. Sebuah pertanyaan “Kapan kakak, datang lagi” dari salah satu  peserta yang hadir nampaknya akan menjadi PR  yang sulit di jawab bagi tim Pengmas UMP. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa membukakan jalan dan rezeki, karena kami percaya, di dalam benak kalian wajah adik-adik ini pantas untuk di rindui.

 Terimakasih telah berbagi cerita, salam hangat dan kami tunggu kembali kehadirannya.